Mengenal Perbedaan Reksadana dan Saham yang Wajib Diketahui Para Investor

  • Share
Mengenal Perbedaan Reksadana dan Saham yang Wajib Diketahui Para Investor

Reksadana maupun saham merupakan bentuk instrumen investasi yang belakangan banyak menjadi pilihan para investor. Kedua jenis investasi ini bahkan kerap kali dianggap serupa karena memiliki nilai return yang tinggi, khususnya bagi investor pemula yang belum banyak mengetahui kedua produk investasi tersebut. Oleh karena itu, berikut disajikan perbedaan reksadana dan saham untuk anda.

Perbedaan Antara Reksadana dan Saham

1. Pengertian

Untuk membedakan antara reksadana dan saham, maka perlu diketahui terlebih dahulu definisi dari masing masing produk investasi tersebut. Dimana saham merupakan bukti kepemilikan seorang investor atas suatu perusahaan. Saham ini diperjualbelikan di BEI (Bursa Efek Indonesia), dan pemilik saham nantinya akan menerima dividen setiap kuartal tertentu.
Anda bisa mendapat keuntungan yang cukup besar apabila menjual saham kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi ketimbang harga belinya. Untuk melakukan semua aktivitas tersebut, maka investor perlu membuka rekening sekuritas terlebih dahulu. Jadi di sini, anda mempunyai kebebasan dalam membeli saham perusahaan mana pun serta menentukan strategi investasi.

Sementara reksadana merupakan instrumen investasi yang bisa berupa surat utang, obligasi, saham, maupun deposito. Reksadana ini dikelola oleh manajer investasi, sehingga pihak mereka yang akan mengelola portofolio investasi anda termasuk bertanggung jawab pada kinerjanya. Dari pengertian ini, sudah mulai terlihat perbedaan reksadana dan saham.

2. Jangka Waktu Investasi

Mengenal Perbedaan Reksadana dan Saham yang Wajib Diketahui Para Investor

Tidak hanya pengertiannya saja yang berbeda, jangka waktu investasi antara saham dan reksadana juga tidak sama antara satu sama lain. Pada investasi saham, biasanya ditujukan bagi investor dengan niatan investasi jangka panjang yang targetnya bisa lebih dari 10 tahun. Anda pun berhak menentukan jenis perusahaan dan strategi investasi yang dilakukan secara bebas.

Lalu pada reksadana, umumnya jangka waktunya bisa berbeda beda tergantung dengan produk reksadana yang dibeli. Misalnya instrumen reksadana saham, manajer investasi biasanya akan menyarankan waktu di atas 7 tahun untuk pengembangan dana. Sedangkan reksadana pasar uang idealnya kurang dari 2 tahun saja.

3. Risiko

Perbedaan reksadana dan saham juga bisa dilihat dari risikonya masing masing. Dalam hal ini, saham acap kali dinilai mempunyai risiko yang jauh lebih besar. Pasalnya membeli saham merupakan tanggung jawab serta keputusan miliki anda sendiri. Anda yang akan bertugas memantau kenaikan serta penurunan pasar saham untuk menentukan strategi yang tepat agar profit.

Jika saham dinilai bersifat high risk high return, lain halnya dengan reksadana. Mengingat bahwa produk investasi ini dikelola oleh manajer investasi, yang tentunya sudah berpengalaman, maka risikonya juga dianggap jauh lebih kecil. Anda hanya perlu menyetorkan sejumlah dana dan menunggu hasil dari manajer investasi.

4. Tingkat Return yang Diperoleh

Jika risiko antara reksadana dan saham berbeda, maka tingkat return yang bisa diperoleh atas kedua bentuk investasi ini juga akan berbeda. Karena risiko yang tinggi dari saham, bisa menghadirkan keuntungan yang juga tinggi. Ingat, saham ini memiliki sifat high risk high return, sehingga peluang anda mendapatkan keuntungan juga besar.

Dan reksadana justru sebaliknya, meski risikonya jauh lebih rendah, namun return atau keuntungan yang diperoleh juga tergantung pada manajer investasi yang mengelola produk investasi anda. Perbedaan reksadana dan saham satu ini penting untuk dipertimbangkan bagi pemula. Karena belajar investasi jelas tidak dapat dilakukan hanya dalam semalam saja.

Dari ulasan di atas, terlihat bahwa reksadana dan saham jelas tidak sama antara satu sama lain. Jadi anda perlu mempertimbangkan dengan sebaik mungkin mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anda sebelum memutuskan untuk melakukan investasi. Misalnya reksadana dapat anda pilih jika minim pengalaman, dan saham bisa dicoba jika anda tidak ragu mengambil risiko yang tinggi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *